Friday, October 13, 2006

3. Nutrient Film Technique (NFT) 1

III. NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT)


3. 1 Prinsip dasar Sistem NFT

1. Kecepatan aliran air dan kemiringan
Sistem NFT menggunakan konsep aliran lapisan larutan hara setebal hanya 3 – 4 mm. Bentuknya berupa lapisan tipis (seperti roll film : tipis) dan secara konstan mengairi akar. Sistem NFT berdasarkan kontinuitas sirkulasi aliran dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
a) continous yaitu dijalankan terus-menerus hingga selama 24 jam per hari.
b) intermittend yaitu dijalankan secara terputus-putus dan berseling antara on dan off-nya cukup singkat. Masa off atau kering maksimum tergantung jenis tanaman, fase pertumbuhan dan iklim mikro. Secara umum masa off memakai durasi 10 – 15 menit sehingga tanaman tidak sempat layu karena sudah tersiram air lagi. Penggunaan metode intermittend ditujukan untuk menghemat penggunaan listrik.

Hidroponik NFT tergolong tipe close system atau resirkulasi. Talang tersebut dipasang dengan kemiringan 10-50 atau turun 5 cm /m. Dengan demikian, untuk talang sepanjang 4 m akan terjadi penurunan sebesar 20 cm. Pada NFT berlaku semakin curam talang NFT memungkinkan semakin tinggi produksi tanaman. Hal tersebut dikarenakan DO pada larutan nutrisi semakin banyak. Tentu saja hal ini diimbangi dengan kecepatan aliran nutrisi yang memadai. Sementara itu, besarnya curah ( flowrate ) larutan dipengaruhi oleh fase pertumbuhan dan ukuran tanaman. Secara umum di Indonesia yang memakai talang 4 m mempunyai debit 0, 5 – 1 liter/menit.
Pada talang model segi empat supaya tanaman dapat berdiri tegak, di dalam talang harus dipasangi styrofoam dengan lebar dasar talang 10 cm dan panjang 1 m. Ketebalan styrofoam bisa 1 - 5 cm. Berikut dasar pertimbangan pemilihan ketebalan styrofoam yaitu :
a) styrofoam tebal (5 cm), keuntungan : styrofoam lebih awet karena tidak mudah patah ketika diangkat. Kelemahan : harga mahal, perakaran bibit yang ditransplanting harus panjang dan mencapai dasar talang.styrofoam tipis (1-3 cm), keuntungan : perakaran bibit bisa menjangkau dasar talang dan harganya terjangkau. Kelemahan : jika tidak hati-hati styrofoam berpotensi patah ketika diangkat.

Styrofoam dilubangi dengan diameter 0,5 - 1,5 cm untuk lubang tanam. Jarak antar lubang 15 – 20 cm untuk sayuran daun dan 30 – 40 cm untuk sayuran buah. Penggunaan styrofoam berperan agar aliran nutrisi terlindungi dan bagian dasar talang menjadi gelap sehingga lumut tidak akan tumbuh. Lubang tanam diisi dengan anak semai beserta media tanam (misal: spons, rockwool) yang didapat dari persemaian dan telah berumur sekitar 2 minggu.
Tanaman sayuran daun biasanya mempunyai kecepatan aliran nutrisi di dalam talang berkisar antara 0,75 – 1 liter / menit dengan kemiringan talang sekitar 30. Jika akar tanaman semakin banyak, kecepatan aliran nutrisi otomatis semakin berkurang. Tanaman yang paling dekat dengan inlet akan banyak menyerap nutrisi dan oksigen sedikit. Ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Untuk itu talang didesain tidak terlalu panjang.

No comments: